Belajar Menulis dari Nol: 6 Tips Ampuh untuk Pemula
Setiap orang tentunya bisa menulis. Namun, tak semua dari mereka mampu menulis dengan baik. Apalagi jika readers menginginkan hobi ini menjadi penghasilan, ada banyak hal yang diperhatikan. Lalu, bagaimana sih kalau kamu baru mulai untuk menulis?
Jangan khawatir! Tak ada kata terlambat untuk sesuatu yang positif seperti aktif menulis. Kamu bisa mulai memerhatikan hal-hal berikut ini, loh!
Rajin Membaca untuk Referensi
Hobi menulis tak hanya dimiliki mereka dengan latar
belakang pendidikan bahasa dan sastra. Kalau kamu salah satunya, kamu bisa
mempelajari Bahasa Indonesia dasar secara otodidak, seperti penggunaan huruf
kapital, tanda baca, dll. Salah satu cara menyenangkan yang wajib dicoba adalah
perbanyak membaca buku bacaan sehingga dapat melihat penggunaan kaidahnya
langsung. Buku-buku yang kamu baca tentunya sudah memasuki tahap pengeditan
sehingga sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Semakin banyak buku bacaan yang
kamu baca, semakin terbiasa kamu menilai buku seperti apa yang akan laku di pasaran
(untuk kamu tuliskan).
Sebagai seseorang yang memahami dasar tata bahasa, kamu juga bisa melatih skill
editing kamu. Meskipun semua buku sudah lolos dalam pengeditan sebuah
penerbit, tak menutup kemungkinan ada kesalahan yang tak disadari, terutama typo.
Selain itu, membaca banyak buku bisa menjadi sarana menyenangkan untuk memperluas ide dan kosakata berbahasamu. Tak jarang, para penulis menemukan sebuah ide tulisan dari tulisan yang mereka baca. Mendapat inspirasi di sini tentu berbeda dengan plagiasi ya, Readers! Apalagi kalau buku tersebut menggunakan banyak kosakata yang tak umum di telinga (puitis), tentu akan memperluas pengetahuan kosakata juga. Jangan menyebut dirimu seorang penulis jika tak pernah membaca karya orang lain!
Riset
Pernah mendengar istilah ini? Riset adalah proses investigasi yang
dilakukan secara aktif, tekun, dan sistematis agar menemukan fakta sebelum menulis.
Riset dibutuhkan untuk mencari data dan fakta di lapangan agar kamu menguasai
topik yang akan kamu tulis atau menghubungkannya dengan masyarakat luas.
Riset tak harus terjun langsung ke lapangan loh! Riset bisa ditemukan
melalui buku, jurnal hingga wawancara dan pengamatan ke lokasi secara langsung.
Penulis tidak pelu menuangkan seluruh hasilnya karena cukup mengambil poin-poin
yang berhubungan saja. Langkah ini akan membantu tulisanmu menjadi berbobot
karena tulisan membutuhkan akurasi data.
Tak hanya tulisan nonfiksi, karya sastra juga membutuhkan riset, loh! Karya
sastra menggambarkan permasalahan yang terjadi di masyarakat sehingga penulis
wajib menguasai topik tersebut, misalnya kamu akan menulis tentang kisah
romansa antara gadis Sunda dan pemuda Jawa, maka kamu harus mengetahui budaya
yang ada di sana. Mulai dari bagaimana pendidikan mereka di sana, peran
perempuan dan laki-laki di sana hingga bagaimana kepercayaan mereka.
Mulai Saja Dulu!
Menulis membutuhkan konsistensi dan pembiasaan. Oleh karena itu, tips mulai saja ini bisa membantu pemula untuk terjun dalam bidang ini. Tak perlu pedulikan benar atau salah, menarik atau tidak, dll. Jikapun terlalu malu untuk dilihat orang lain, kamu bisa mulai menulis untuk diri sendiri. Nantinya, kamu bisa memposisikan diri sendiri sebagai pembaca dan menilai sendiri hasil karya tersebut.
Saya masih ingat tulisan pertama yang saya unggah melalui Blog ini—sangat panjang dan cukup membosankan. Namun, pelan-pelan saya mulai belajar menulis yang baik dengan memosisikan diri sebagai pembaca. Saya juga mengikuti berbagai webinar atau pelatihan menulis yang berseliweran di media sosial. Jadi, jangan ragu untuk memulainya ya!
Selesaikan Dulu, Baru Perbaiki
Sebagai manusia perfeksionis, tak jarang kita tergoda untuk menulis
sembari mengedit secara langsung. Namun, hal ini berisiko writer block atau buntu dalam menulis. Ide yang awalnya sudah tergambar dalam benak pun berantakan karena fokus yang terbagi. Jadi, gunakan waktu untuk
menyelesaikan tulisan dan beri waktu khusus untuk proses pengeditan setelahnya. Fokus saja dulu menulis, baru luangkan waktu untuk menyuntingnya!
Jangan Ragu Minta pendapat
Jika
terus-menerus menulis untuk diri sendiri, kamu tidak akan berkembang. Untuk
itu, mintalah bantuan orang lain untuk membaca karyamu juga. Kamu bisa meminta
mereka menilai bagaimana tulisan tersebut dari berbagai sudut pandang.
Kamu takut dan malu?
Sebagai pemula, sudah sewajarnya jika kita melakukan banyak kesalahan. Namun, lingkungan yang suportif tidak akan menertawakan kekeliruanmu. Kamu harus percaya, proses belajar itu memang tidak mudah, namun kamu akan berkembang. Buktikan kepada mereka bahwa kamu bisa melewati masa-masa itu dan menikmati proses berkembangmu!
Konsisten
Ini adalah proses paling sulit untuk saya pribadi. Ada masa-masa saya bersemangat menulis dan memiliki banyak ide. Namun, masa itu akan berganti diiringi kesibukan sehari-hari. Apalagi jika kita tidak memiliki kewajiban menyelesaikannya, bisa-bisa hilang sudah konsistensi menulis itu. Segera tulis ide yang muncul dan jangan tunda jika senggang! Kebiasaan menunda ini bisa menjadi bumerang dalam proses menulis kita.
Untuk
mengembangkan keterampilan menulis dan memperbanyak portofolio, kamu perlu
untuk konsisten. Ada banyak platform yang
bisa dimanfaatkan untuk proses ini, misalnya Blog, Wattpad, Instagram, medium, dll.
Kamu bisa mulai menulis dan perbanyak pengunjung di sana. Proses ini tentu
memerlukan waktu cukup panjang, namun usaha tentu tak akan menghianati bukan?
Baca juga Menulis di Blog untuk Pemula
Nah,
itulah beberapa tips yang bisa readers praktikkan
dalam proses menulis. Dalam praktiknya, kamu perlu konsisten agar hasil tulisan pun semakin berkembang.
Sekian tulisan hari ini ya! Jangan lupa untuk mengunjungi tulisanku yang lain dalam akun blog yang sama ya! Dijamin gak akan bosan, kok! Apalagi buat kamu yang tertarik dalam bidang kebahasaan dan sastra.
Teruslah membaca dan perluas imajinasimu! Happy reading, guys!
Sumber foto: Internet
:quality(80):format(jpeg)/posts/2023-01/09/featured-9e376d31e8235b881e3b368184b862d6_1673231126-b.jpg)





Komentar
Posting Komentar