Review K-Drama: Menariknya Perpaduan Musik Modern dan Tradisional Korea
Tidak terasa tahun 2024 berakhir lagi nih, Readers. Sudahkah kalian mendapatkan harapan yang kalian inginkan? Sudah siapkah kamu menyongsong tahun yang baru?
Daripada overthinking dan bingung mau apa, aku pun memutuskan untuk menonton drama Korea lawas berjudul Heartstring. Awalnya aku kurang tertarik karena musik bukan genre drama favoritku, tapii eitss ternyata seru banget loh!
Siapa yang tidak mengenal Park Shin Hye yang baru-baru ini menjadi Mommy? Sebagai penggemar drama Korea, tentu nama ini tidak asing lagi bukan?
Drama Heartstring ini merupakan drama musikal tahun 2011 yang dia bintangi loh! Hmm, tiba-tiba jadi nostalgia kan? Bersama Jung Yong Hwa dan Kang Min Hyuk (anggota CNBlue), drama ini berhasil mencampur-adukkan perasaan penonton!
Identitas Drama
• Drama: Heartstrings (English title) / You've Fallen for Me (literal title)
• Network: MBC
• Episodes: 15
• Language: Korean
• Country: South Korea
Sinopsis
Set at an art university, the youth romance drama "Festival" depicts the sweat and tears of students who run towards their dreams of love and friendship. Kyu-Won (Park Shin-Hye) is a bright girl and a highly skilled gayageum player. She is in the Korean traditional music department. Kyu-Won also comes from a family who has one of the three best pansori singers in the world. Shin (Jung Yong-Hwa) is a cold and refined young man, while being a highly skilled guitarist. He is in the applied music department. They come from different family backgrounds and have an argument, but then start to like other. (Sumber: AsianWiki)
Penasaran kan? Yuk kita intip alasan kamu wajib menonton drama ini!
Fakta Unik Drama Korea Heartstring
Tema Unik, Perpaduan Musik Tradisional dan Modern
Drama ini tidak hanya berfokus pada alat musik modern seperti gitar, drum, dan keybord, namun juga mengusung alat tradisional Korea yang jarang mendapat perhatian di zaman modern. Beberapa alat musik tersebut adalah Kkwaenggwari, Sogo, Gayageum, Geomungo, Ajaeng, Janggu, Haegeum, dan Buk. Alat musik tradisional ini diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan berakar pada tradisi masyarakat tertentu.
Sejujurnya, ini pertama kalinya aku melihat alat musik tradisional Korea di luar drama Saeguk (drama berlatar sejarah). Apalagi musik tradisional ini dipadukan dengan musik modern yang pastinya sangat nyaman didengar. Hal ini menjadi poin pertama yang membuatku terkesan nih!
Soundtrack yang Easy Listening
Sebagai drama yang mengusung tentang musik, lagu-lagu yang diambil sangat indah di telinga. Setelah selesai menonton pun, lagu-lagunya masih tergiang-giang dan memorable. Ga hanya itu, lagu-lagu ini dibawakan langsung oleh pemeran utama. Multitalent sekali ya mereka!
Drama Bareng Anggota CNBlue
Sebagai pecinta drakor sejak masa sekolah menengah, aku tentu tak asing dengan pemerannya, mulai dari Park Shin Hye, Jung Young Hwa, Kang Min Hyuk, dan lain-lain. Namun aku baru mengetahui bahwa Jung Young Hwa dan Kang Min Hyuk merupakan seorang idol yang namanya memang tak asing di telinga, CNBlue. Kabarnya, boyband ini memang sempat vakum karena kasus yang melanda salah satu pemerannya. Meskipun merupakan seorang idol, keduanya berperan sangat apik loh di drama lawas ini. Good Job for You, all!
Belajar tentang Budaya Korea melalui Musik
Korea Selatan menjadi salah satu negara yang peduli akan budaya setempat. Dalam rangka melestarikan musik daerah, mereka bahkan membuka jurusan khusus, musik tradisional di perguruan tinggi. Hal inilah yang menjadi awal konflik pemeran, yaitu persaingan mahasiswa musik modern dan tradisional. Meskipun diawali dengan perselisihan, mereka akan bekerja sama dan menghasilkan melodi yang memukau. Drama ini juga menyelipkan budaya-budaya setempat, terutama tentang dunia musik.
Persahabatan dan Mimpi
Tidak hanya berfokus pada musik, drama ini menghadirkan makna persahabatan antara setiap tokohnya. Cinta maupun persahabatan anak kuliahan tentu menjadi favorit banyak orang. Dengan konflik-konflik khas remaja, kita akan digiring pada setiap masalah yang dihadapi pemerannya. Gyu Won dengan kakeknya yang posesif, Lee Shin dengan keluarganya yang rumit, Hee Joo dengan banyaknya aturan di rumah, dan hubungan dua dosen dengan egonya masing-masing.
Drama ini juga memberikan makna mimpi. Tak harus berskala tinggi, mimpi bisa sangat sederhana, misalnya bernyanyi di panggung. Namun, mimpi sederhana itu tidak dapat dirasakan oleh Gyu Won karena terhalang restu sang kakek. Meskipun begitu, gadis itu tidak pantang menyerah loh! Berkat kegigihan dan ketulusannya, kakeknya pun luluh dan memberinya restu menggapai mimpinya.
Keluarga dan Permasalahan Masing-Masing
Satu hal lagi, kita dapat melihat bagaimana perkembangan anak dalam keluarga yang berbeda. Hee Joo tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Hal ini disebabkan dia yang merasa tidak mampu memenuhi standar ibunya. Dia bahkan ragu dengan apa yang dia lakukan. Menari tidak lagi menyenangkan baginya karena ada tuntutan untuk menjadi terbaik.
Lee Shin merupakan gambaran kakak pertama laki-laki. Dia menjadi seorang pendiam yang tidak mudah mengungkapkan isi hati. Sebagai kakak, dia juga memiliki kewajiban untuk melindungi sang adik. Begitu pula dengan Gyu Won yang harus memendam mimpinya di musik modern. Karena sang ayah pergi dari rumah, dia terpaksa harus meneruskan peran sang kakek yang menjadi pemusik tradisional, Gayageum.
Proses tidak akan Menghianati Hasil
Drama ini juga berkisah tentang kerja keras. Setiap pemeran berusaha dengan mimpinya masing-masing, begitupun Hee Joo yang awalnya kukira hanya mengandalkan koneksi. Dia bekerja keras siang-malam, mengorbankan waktu bermain dan kebebasannya untuk berlatih. Begitupun dengan Gyu Won. Untuk memenuhi standar keberhasilan sang kakek, dia rela mengubur mimpinya dan beralih ke musik tradisional. Padahal dia sangat menyukai musik-musik modern seperti ayahnya.
Sebagai orang tua, kita harus bisa membebaskan anak memilih keinginannya jika mulai dewasa. Orang tua tidak berhak mengatur masa depan anak tanpa memikirkan perasaannya. Kita hanya perlu mengarahkan, mendukung, dan memberi mereka ruang untuk memilih. Karena anaklah yang akan menjalani dan menanggung konsekuensinya.
Baca Juga Rekomendasi Drakor Komedi Terbaik
Nikmati Proses, Jangan Hanya Menuntut Hasil
Gyu Won merupakan seorang yang inspiratif. Walaupun akhirnya dia tidak tampil di panggung, dia menikmati setiap prosesnya dan berlatih dengan keras. Meskipun begitu, dia iklas dan tidak menyalahkan orang lain atas pilihannya. Lambat laun, orang-orang menyadari bakat dan kemampuannya. Sungguh mengharukan bukan?
Nah, itulah beberapa poin menarik yang kudapatkan dalam drama "Heartstring". Bagi kamu penyuka drama ringan tentang musik dan persahabatan, kamu wajib untuk mencicipinya ya!
Beberapa quotes yang kutemukan dalam drama!
"Ini baik untuk memiliki impian yang besar. Bahkan jika mimpimu hancur, potongan hancur itu masih tetap besar"Ada banyak orang yang memiliki bakat sepertimu. Jangan sombong hanya karena kamu memiliki sedikit keterampilan.Meskipun aku gagal lagi, ini lebih baik daripada menyesal, bukan?Sejak kamu memutuskan untuk memulai sesuatu, kerja keraslah! Jangan menghianati orang yang sudah mempercayaimu.Kamu tidak harus berpura-pura baik di depanku. Jangan lakukan itu!Tidak hanya kota yang berubah, manusia juga berubah!Tidak apa-apa, lagipula, aku tidak pernah merencanakan menjadi pemeran utama. Tapi sekarang aku hisa bernyanyi dan menari. Saya bisa belajar banyak hal-hal baru berkat ini.Saat aku gugup, aku akan melihat penonton seperti ini dan bagikan pikiranmu. Kamu telah jatuh padaku!Jika rumor itu tidak benar, mengapa aku harus menghindarinya? Aku tidak akan lari karena tidak ada alasan untuk itu!Cobalah sampai kamu tidak merasa malu terhadap dirimu sendiri. Hanya dengan begitu kamu mengatakan kamu melakuman hal terbaik. Aku tidak pernah mengatakan pada diri sendiri ini yang terbaik. Aku benar-benar iri padamu!




Komentar
Posting Komentar