Monthly Magazine Home: Rumah Impian untuk Pulang!
Menyelesaikan drama Korea menarik memang senang-senang sedih. Senang karena merasa puas dan lega, sedih karena bingung mau nonton drama apa lagi. Adakalanya rasa puas di akhir tontonan membuat kita malas menonton drama yang lain. Mungkin itulah yang aku rasakan setelah menonton drama sebanyak 16 episode ini.
Melihat hanya satu orang yang saya tahu dalam drama, Jung So Min, membuat saya tidak berekspetasi tinggi. Kabarnya, drama ini juga termasuk drama underrated loh! Kok bisa drama sebagus ini punya rating yang buruk? Ckckck. Namun, satu per satu episode yang terlewati benar-benar membuat kagum. Alurnya yang menarik, komedinya yang bikin tertawa, chemistri pemerannya yang luar biasa, sedihnya yang juga terasa, dan soundtrack-nya yang juga nyaman di telinga.
Nah, penasaran kan? Yuk kita intip fakta menarik tentang Monthly Magazine Home!
IDENTITAS DRAMA
Negara : Korea Selatan
Bahasa : Korea
Genre : Drama, Komedi, Roman
Jumlah Episode : 16 episode
Durasi : 60-70 menit per episode
Tayang : JTBC, Netflix
Rilis : 16 Juni 2021
SINOPSIS
Na Young-Won (Jung So-Min) is the editor of Monthly House magazine. She has worked for 10 years, but she still does not own her own home. She currently lives in a monthly rental house. Nevertheless, Na Young-Won takes care of her rental place like it belongs to her. Her home reflects her personality and emotions. Things change when the new owner of her house, Yoo Ja-Sung (Kim Ji-Suk), appears in front of her. She then becomes interested in buying her own home.
Yoo Ja-Sung is the CEO of Monthly House magazine. To him, the house is just a means to increase his assets and a place to sleep. He grew up poor and he thought the only way to become rich was through real estate. While working at construction sites as a laborer, he began to study real estate investments by himself at night. He is now wealthy, because of his real estate investments. He is also famous as an investment expert. He meets Na Young-Won. (Sumber: asianwiki.com)
Mengisahkan dua sosok bersebrangan
Drama ini berfokus pada dua orang yang saling bersebrangan karakter—Ja Seong yang dingin, cuek, menyebalkan dan tidak peduli sekitarnya dipertemukan dengan Na Young Won yang ceria, aktif, dan sangat peduli dengan orang lain. Selain itu, ada Nam Sang Soon yang gokil, cerewet, bucin, dan sangat menginginkan pernikahan—spoiler—jatuh cinta dengan Yeo Eui Ju yang ekspresif namun penuh rahasia dan trauma dengan pernikahan. Selain itu, kedua tokoh utama, Young Won dan Ja Seong memiliki dua sudut pandang tentang rumah—Young Won yang merasa rumah tempat pulang dan Ja Seong yang menganggap rumah sebagai investasi.
Perpaduan Romace-Komedi Orang Dewasa
Tampaknya romansa perkantoran memiliki tempat
khusus di hati para penggemar drama Korea ya? Meskipun tampak memiliki
kemiripan dengan romansa perkantoran lain, namun drama ini bisa menjadi komedi
segar di kala gundah. Banyak momen yang menawarkan rasa senang, lucu, haru,
marah, dan simpati dengan tokoh-tokohnya.
Romance yang
ditawarkan pun diselingi berbagai permasalahan yang banyak dialami kaum dewasa—di
mana mereka sudah dipusingkan dengan berbagai tuntutan hidup. Plotwist-plotwist
yang membuat penasaran menambah poin menarik dari drama ini—spoiler—mulai
dari masa lalu Ja Seong yang membuatnya menjadi gila kerja dan tidak berminat
memiliki rumah meskipun kaya raya, alasan Na Yeong sangat berhemat untuk
membeli rumahnya, rahasia kehidupan Eui Ju dan hobi gila berbelanjanya,
kebiasaan Ketua Choi Go yang selalu berjinjit saat di kantor, dan masih banyak
kejutan menarik yang akan ditawarkan menemani weekend-mu!
Komedi yang Menggelitik Perut
Sebagai penikmat drama komedi, tak jarang aku merasa bahwa komedi itu benar-benar tidak selucu itu—bahkan terkesan ilfeel duluan. Tapi, ternyata drama ini benar-benar membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Tingkah konyol seorang Ja Seong yang begitu percaya diri saat merasakan jatuh cinta pertamanya benar-benar menggelitik. Sebagai penonton yang—tentunya—pernah mengalami momen jatuh cinta, aku memaklumi keinginan Ja Seong yang memberikan versi terbaiknya, namun banyak momen-momen yang di luar nalar dan menghebohkan tim yang dipimpinnya. Hal ini menimbulkan decak tawa karena para anggota timnya mendukung tingkah konyol sang pimpinan. Apalagi momen-momen yang menimbulkan kesalahpahaman tak kunjung usai.
Salah satu momen lucu yang dihadirkan
adalah—spoiler—saat Ja Seong mencoba mendekatkan diri dengan anggota
timnya dengan bantuan sebuah buku. Sesuai panduan buku tersebut, dia memuji
semua anggota tim yang ditemuinya. Namun, bukannya kinerjanya semakin baik dan
semakin akrab, mereka malah semakin tertekan. Belum lagi momen saat surat
cintanya ditemukan dan menjadi boomerang bagi couple lain di sana. Hmm,
jika kamu penasaran, langsung tonton saja dramanya!
Usaha Tidak Akan Menghianati Hasil
Quotes tersebut tampaknya relate dengan situasi yang menggambarkan sosok Yoo Ja Seok (Hati-hati, bagian ini mengandung spoiler!). Hidup yang berat membuatnya tidak memiliki pilihan selain bekerja keras. Semua pekerjaan berat dia jalani demi bertahan hidup. Hal inilah yang membuatnya perlahan menjadi gila uang. Namun kerja kerasnya terbayar karena dia semakin sukses. Meskipun demikian, dia tak kunjung merasa bahagia.
Jika punya waktu mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin - Ja Seong
Aku telah melakukan semua yang bisa kulakukan. Tidak ada cara lain untuk bertahan hidup. Aku mencoba yang terbaik untuk keluar dari kesulitan itu - Ja Seong
Dengan sedikit berhasil, kamu akan menerima keraguan dan iri yang tak beralasan. Jika tak berhasil, orang-orang akan menyalahkan lingkungan tempat tinggalmu - Ja Seong
Tokohnya yang Berbagi Rumah
Sebagai penikmat drama Korea, tentu nama Jung
So Min tidak asing lagi di telinga bukan? Awalnya aku memprediksi bahwa
kisahnya mirip-mirip drama lama So Min sebelumnya—Because
This is My First Life—yang mengharuskan dua tokoh utama tinggal serumah. Drama
ini juga bergenre romantis komedi bersama dengan Lee Min Ki si manusia es batu.
Namun, ternyata, drama ini tetap seru dan memberi decak puas hingga episode
terakhir.
Ending Terkesan Terburu-Buru
Setelah berhasil menamatkan drama ini, makin
banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkeliaran di kepalaku—spoiler—misalnya
bagaimana kehidupan Young Won hingga bisa membeli rumah impiannya dalam waktu
singkat? Bagaimana hubungan ayah dan ibunya yang sudah lama berpisah? Bagaimana
cara ayahnya bertahan hidup seorang diri untuk menghindari lintah darat? Apakah
pertemuan tersebut dapat melanjutkan hubungan mereka yang sempat kandas? Apakah
utang ayahnya sudah lunas?
Menurutku, ending ini sedikit
memaksakan dan terkesan gantung. Apalagi ada beberapa adegan
yang—menurutku—tidak perlu, misalnya Na Yong yang memutuskan untuk meninggalkan
Ja Seong walaupun laki-laki itu sudah mengatakan dia baik-baik saja. Hmm, dia
memang ingin berfokus pada karier, tapi akan sulit bagi Ja Seong untuk kembali
saat orang yang dia percaya meninggalkannya bukan? Jadi, bagaimana kelanjutan
hubungan mereka?
Di luar ending yang cukup membuat
gemas, aku sangat menikmati drama komedi yang dibintangi Jung So Min dan Kim Ji
Seok ini kok!
Akting yang Tak Perlu Diragukan lagi
Drama ini mengusung empat tokoh utama yang
bekerja di tempat yang sama—yaitu Na Yong Won (Jung So Min), Yoo Ja Seong (Kim
Ji Suk), Nam Sang Soon (Ahn Chang Hwan), dan Yeo Eui Ju (Chae Jung An). Keempat
tokoh ini memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun mereka mampu memerankan
karakter-karakter tersebut dengan baik, begitupun dengan tokoh-tokoh pendukung
dengan ciri khas masing-masing.
Chemistri yang Bikin Baper Maksimal
Hubungan tokoh-tokohnya bisa dibilang unik.
Saat orang-orang menghambur-hamburkan uang untuk berkencan, Na Yeong Won dan
Yoo Ja Seong malah lebih senang berkencan di rumah. Meskipun begitu, mereka
mampu menciptakan momen yang berharga untuk dikenang. Tak tanggung-tanggung, Ja
Seong bahkan membeli semua perabotan mahal untuk membuat kekasihnya itu nyaman
di sana. Cara Na Yeong Won memahami Yoo Ja Seong dan perhatian diam-diam yang
dilakukan oleh laki-laki itu kepada cinta pertamanya juga membuat penonton
baper maksimal.
Momen Bromance yang Mengharukan
Meskipun bukan saudara kandung, hubungan Ja
Seong dan Shin Kyum sangat dekat. Hubungan yang terjalin sejak lama itu kian
tumbuh hingga mereka mampu untuk saling berkorban. Ja Seong yang sejak awal
tidak memiliki keluarga, begitu menyayangi Shin Kyum—begitupun sebaliknya. Tumbuh
dari keluarga yang menumbuhkan luka membuat Shin Kyum mudah menerima ketulusan
sang kakak.
Hubungan yang Sehat dengan Batasan
Belajar dari dua sosok, yaitu Na Yong Won dan Nam Sang Soon. Keduanya telah memberikan segalanya untuk sang pujaan hati, namun malah dikhianati. Selama sang kekasih akan ujian, Na Yong Won bekerja dan membiayai hidup sang kekasih, namun saat dia menemukan perempuan kaya raya, dia memutuskan untuk berpaling. Tak berbeda dari my little cute-nya Sang Soon yang meninggalkannya dan berselingkuh.
Cinta itu buta! Betul. Namun hubungan tidak akan berjalan sehat jika tidak ada timbal balik. Kita memang perlu memupuk perasaan agar tidak layu, namun kita perlu memikirkannya secara logika. Apakah dia pantas untuk kuperlakukan demikian? Apakah dia juga melakukan hal serupa? Jangan hanya mengutamakan perasaan, namun juga perlu menggunakan logika!
Sebagai perempuan pun aku tersadar bahwa sebelum menikah, kita tidak bisa mengharapkan laki-laki untuk bertanggung jawab atas kita. Jadi, saat mencintai seseorang, berilah batas agar tidak dilangkah sebelum jenjang pernikahan. Jika tidak, kita akan terjerumus ke dalam kegelapan patah hati setelah berpisah.
Penjelasan Properti yang Detail
Sebagai sosok awam tentang properti, kita akan
menemukan hal-hal baru dalam dunia jual-beli rumah. Tak hanya itu, kita akan
disuguhkan banyaknya rumah-rumah unik yang dipamerkan dalam drama—mulai dari
apartemen, rumah ini rumah itu, dll. Meskipun penjelasan detail itu sempat
membingungkan, tapi kita masih bisa memahami alur dengan mudah.
Rumah Bukan Hanya Tempat Tinggal
Rumah tidak hanya sebagai tempat kita pulang
dan bernaung dari panas ataupun hujan. Rumah memiliki arti lebih dari itu. Hal
ini dijabarkan langsung oleh Na Yong Won yang memiliki cita-cita membeli rumah
sendiri. Dia bahkan melakukan berbagai cara untuk menyimpan lebih banyak uang
demi impian tersebut.
Namun, adakalanya rumah menjadi tempat yang mengerikan. Rumah bisa menjadi akar trauma yang berkepanjangan karena tidak ada kehangatan di dalamnya. Oleh karena itu, rumah yang besar dan bagus dengan fasilitas mewah tidak bisa menjadi patokan rumah itu menjadi nyaman.
Dengan memiliki rumah, di penghujung hari yang sibuk ada tempat istirahat untuk kembali. Walaupun ini bukan rumahku, namun bisa mempunyai rumah di mana aku bisa menjadi diri sendiri, aku akan mampu bertahan - Na Yong Won
Rumah yang sedang kita tinggali bisa saja menambah penat kita seharian dan menjadi medan perang ang lain. Juga bisa menjadi tempat untuk menyembunyikan rahasia, juga mungkin tempat untuk kita kembali.
Jadilah Rekan Kerja yang Suportif
Na Yeong Won digambarkan sebagai sosok yang sangat menghemat pengeluaran untuk bisa menabung. Namun, lingkungan kerjanya tidak mendukung hal tersebut. Meskipun tahu bahwa Na Yeong Won sedang berhemat, mereka berkali-kali memaksa gadis itu untuk mentraktir tim. Namun, berkali-kali pula Yoo Ja Seong membantu gadis itu keluar dari situasi tidak mengenakkan itu.
Sebagai rekan kerja, kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada orang lain seperti yang dilakukan rekan-rekan Young Won bukan? Jikapun ingin makan bersama, kita bisa split bill atau membayar sendiri jika tidak ada orang yang mau mentraktir. Meskipun begitu, rekan-rekan tim tersebut sangat baik dan kocak. Berbagai lawakan yang terlontar mampu membuat suasana menjadi lebih nyaman.
Menabung Boleh Tapi Jangan Terlalu Pelit
Aku pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa
kita tidak boleh terlalu pelit—terutama untuk diri sendiri. Meskipun tidak
sepenuhnya benar, namun aku percaya bahwa kita perlu menggunakan uang secara
seimbang. Hal ini berlaku untuk Na Yeong Won, semakin dia pelit untuk dirinya
sendiri—bahkan untuk makan, semakin banyak pengeluaran dadakan yang harus dia
keluarkan—mengirim ke ibunya yang mendadak membutuhkan uang untuk biaya sewa,
membayar kursi sponsor yang rusak karena kecelakaan kerja, dll. Parahnya lagi,
situasi ini membuat performanya di tempat kerja menurun. Dia harus memikirkan
ulang rencananya untuk memikirkan uang tambahan.
Sebagai muslim yang percaya bahwa rezeki sudah
diatur, menurutku sikap Na Yeong Won ini berlebihan. Namun, keinginan besarnya
diimbangi dengan kerja keras patut diapresiasi.
Apa gunanya menyimpan uang dengan rasa
kasihan? Aku kehilangan 5 milliar won dalam sekejap. Kapankah aku bisa membeli
rumahku sendiri? Na Yeong Won
Punya mimpi untuk diwujudkan. Untuk mimpi
itu berani merelakan uang itu luar biasa. Semangat menantang fotografer Shin
sangat keren! Na Yeong Won
QUOTES-QUOTES DALAM DRAMA
Sebuah kolam renang tidak membuatnya menjadi
rumah yang bagus. Ruang teater tidak membuatnya menjadi rumah yang bagus. Rumah
yang bagus adalah saat kamu bisa santai dan memulihkan diri – Na Yong Won
Rumah seperti apa yang seharusnya aku tinggali? Tempat di mana aku tidak perlu khawatir dan bisa beristirahat dengan tenang. Tempat di mana aku bisa menikmati waktu sendirian. Rumah bahagia yang bisa aku tata sesuai keinginanku. Rumah yang hanya untukku - Na Yong Won
Ada yang bilang cinta itu seperti membangun rumah. Kita harus mencari tanah terlebih dahulu. Seperti menumpuk batu bata satu per satu di atas tanah, hal itu juga seperti menumpuk satu per satu kenangan. Cinta juga perlu dijaga dan dirawat dengan rajin.
Tahun demi tahun berlalu, tapi rumah tua ini semakin bersinar. Hubungan manusia pun seperti itu. Semakin lama suatu hubungan terjalin, maka akan semakin kuat. Ketika sudah mengenal, pasti akan tahu bagaimana caranya saling menenangkan. Aku harap persahabatan kita juga bertahan lama, tidak terkekang oleh waktu dan menjadi lebih indah seperti rumah tua ini.
Dibandingkan pria yang tak bekerja keras dan menumpang istrinya, kamu yang bekerja kerasjauh lebih keren darinya - Yoo Ja Sung
Asal kau ada niat, tidak ada yang tidak bisa kaulakukan -- Yoo Ja Sung
Bukankan luka akan membuat orang bertumbuh? Nam Sang Soon










Komentar
Posting Komentar