You Are My Spring: Drama Healing Terbaik Berbalut Misteri Menegangkan
Hallo, Readers!
Gimana weekend kalian kemarin? Menyenangkan kah?
Well, saya harap kalian bersenang-senang menikmati weekend yang selalu dinanti banyak orang ya!
Nah, sembari menikmati weekend kalian, saya akan merekomendasikan Drama Korea berjudul You Are My Spring yang dibintangi dua aktor seniornya Korea nih! Siapa lagi kalau bukan Kim Dong Wook dan Shin Hyun Jin yang kerap terlihat menghiasi layar televisi film dan drama negeri Gingseng itu!
Kalau melihat dari judulnya, kalian pasti mengira drama ini roman picisan ya? Yap, awalnya sayapun berpikir demikian. But, don't judge book from the cover! Drama ini memang menyelipkan romansa di dalamnya, but I think the main focus is a murder case in the neighborhood and mental health the characters. Wow? Apa hubungannya ya pembunuhan dengan spring yang menjadi judulnya? Penasaran kan?
Drama ini kabarnya termasuk drama underrate loh! Padahal seru abis dan bikin susah move on! So, let's we talk about this amazing drama now!
DETAIL DRAMA
Drama: You Are My Spring
Revised romanization: Neoneun Naui Bom
Hangul: 너는 나의 봄
Network: tvN
Episodes: 16
Release Date: July 5 - August 24, 2021
Language: Korean
Country: South Korea
Cast: Kim Dong Wook, Seo Hyun Jin, Nam Gyu Ri, Yoon Park
SINOPSIS DRAMA
People with a childish state of mind now live as adults. They happen to live in a building where a murder takes place.
When she was a child, Kang Da-Jeong (Seo Hyun-Jin) stayed at an inn in Gangneung for a short time, but she considers that inn as a home of her heart. Now, she works as a hotel concierge manager. She moves to the Gugu Building. There, she gets involved in a murder case and with her neighbor Ju Young-Do (Kim Dong-Wook). He lives downstairs from her.
Ju Young-Do works as a psychiatrist. He became a psychiatrist to help make suicidal people want to live again. He is smart and looks into people's wounded heart, but he also has a wounded heart. He has never been comforted by anyone.
Chae Jun (Yoon Park) is the CEO of an investment company. One day, he suddenly appears in front of Kang Da-Jeong. He has feelings for her and expresses his feeling to her.
Ahn Ga-Yeong (Nam Gyu-Ri) is an actress. She was used by her ex-boyfriend and ex-manager. Afterwards, she became afraid to love someone. (Sumber: AsianWiki)
Fakta Menarik Drama
Drama ini berkisah tentang seorang psikiater dan manager hotel yang ternyata menjadi tetangga. Hubungan yang awalnya seperti tikus-kucing perlahan menumbuhkan rasa sayang antara keduanya. Drama ini menghadirkan plotwist-plotwist menarik—spoiler—misalnya tentang masa lalu keduanya yang terhubung secara tidak sengaja.
Cerita makin seru dengan adanya misteri pembunuhan yang menjadi fokus utama hingga akhir drama. Pembunuhan ini bukan kasus biasa, namun serangkaian dari kasus tidak terpecahkan bertahun-tahun sebelumnya. Dalam setiap kasusnya, ada benang merah yang berawal dari rasa trauma seorang anak. Rasa kecewa dan trauma itu kian tumbuh dan memiliki peran besar pada hidupnya saat beranjak dewasa. Menarik banget kan? Yuk, masukkan drama ini ke wishlist dramamu!
Chemistri yang Luar Biasa
Sebagai aktor-aktris senior, tentu tak mengherankan kalau mereka berhasil membuat chemistri yang luar biasa kan? Kita bisa melihat Kim Dong Wook dan Shin Hyun Jin sebagai pemeran utama, Yoon Park (Beautiful Love, Wonderful Life), Nam Gyu Ri (49 Days) dan Kim Ye Won (Welcome To Wakiki) sebagai pemeran pendukung.
Tak hanya kedua pemeran utama tersebut, pemeran-pemeran pendukung pun tak kalah keren—apalagi Yoon Park yang berperan sebagai antagonis sekaligus protagonis. Ekspresi wajah dan cara dia memerankan tokoh tersebut benar-benar membuat penonton berdecak puas. Saat dia merasa putus asa, saya benar-benar dapat merasakannya hingga ikut meneteskan air mata. Luar biasa! Saya harap dia akan membintangi dramanya sendiri pada waktu akan datang!
Kesehatan Mental sebagai Topik Utama
Tokoh utama sebagai psikiater tentu akan
membahas banyak hal tentang kesehatan mental. Kasus-kasus yang berbeda—ada yang
selalu mendengar bunyi telepon karena suaminya meninggal, ada yang selalu
melihat darah dan mendengar jejak kaki, ada anak yang memakan boneka, dll.
Kasus-kasus ini memiliki sebab yang berbeda-beda.
Melalui drama satu ini—lagi-lagi— saya memahami pentingnya kesehatan mental. Pikiran yang kadang kemana-mana (overthinking) tentu
berpengaruh terhadap keseharian seseorang. Bagaimana cara kita melawan
pikiran-pikiran buruk, ketakutan, dan rasa bersalah berdampak pada jati diri
kita yang selanjutnya. Jika kita kesulitan dan membutuhkan bantuan, kita tak
perlu takut pergi ke dokter. Namun, banyak orang terlalu malu melakukannya.
Padahal, jika kita membiarkan hal buruk tersebut, kemungkinan trauma
berkepanjangan akan menghantui diri kita.
Parahnya lagi, ketakutan itu dapat mengendalikan diri kita sehingga melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya kasus bunuh diri di lingkungan kita bukan? Kadang-kadang, mereka hanya butuh sandaran dan pelukan, serta bantuan untuk menghadapi ketakutan tersebut—bukan hujatan dan makian bahwa iman mereka kurang. Wah, sehebat itu ya kekuatan pikiran itu! Jangan dianggap sepele ya kalau kalian mulai merasakannya!
Salah satu hal yang menyentuh adalah bagaimana
tokohnya mendefinisikan pencapaian yang dimiliki—sesederhana bertahan dan
bernapas dengan baik saat ini. Bagi beberapa orang yang berada di situasi
sulit, tidak bunuh diri adalah sebuah pencapaian luar biasa dan itu patut
diapresiasi.
Hal yang paling ditakutkan saat tenggelam,
bukanlah karena tak bisa berenang. Tetapi karena kau tak tahu seberapa dalam
air itu. Karena itulah, seseorang yang pernah tenggelam akan lebih ketakutan. Baik
tenggelam di sungai, laut ataupun cinta – Jo Young Do
Baca Juga Doctor Slump Kesehatan Mental Seorang Dokter
Komedi Berbalut Misteri
Drama ini tak hanya menawarkan banyak
pelajaran hidup bagi penontonnya—namun juga menyimpan misteri yang membuat
penasaran. Pembunuhan yang terjadi di awal episode ternyata menjadi buntut yang
belum terselesaikan bertahun-tahun lamanya. Dengan berbagai plotwist-plotwist
menarik, kita diajak mencurigai banyak orang sebagai dalang pembunuhan.
Meskipun cukup berat, drama ini masih
tergolong drama ringan karena menyelipkan banyak komedi dan romansa. Perjalanan
romansa tersebut juga melalui proses yang panjang sehingga tidak
terkesan terburu-buru—spoliler—tiga pasangan yang masing-masing memiliki
permasalahan berbeda Dae Jong-Young Do dengan trauma masa lalu mereka, Ga
Yong-Patrick dengan masalah agensi dan perbedaan umur mereka, serta Eun Ha-Tae
Joong yang diam-diam terlibat friendzone meski ada perbedaan umur di
sana.
Jangan lupakan dua sahabat Young Do—Cheon
Seung Won dan Seo Ha Neul—yang kerap menimbulkan tawa penonton. Perbedaan
karakter ketiga sahabat ini tak jarang menimbulkan rasa penasaran, bagaimana
bisa mereka bersahabat padahal karakter mereka sangat berbeda?
Baca Juga Rekomendasi Drama Komedi Terbaik
Berawal dari Kekerasan Di Rumah
Setelah beberapa episode terlewati, masalah
ini ternyata diawali dengan hal sepele—yaitu ketidaksiapan orang tua mengemban
peran menjadi ayah dan ibu (hati-hati bagian ini mengandung spoiler). Masa
kecil yang buruk para tokohnya pun perlahan mengambil peran penting pada masa
dewasa mereka. Young Do yang merasa bersalah atas meninggalnya adiknya, Da
Jeong yang merasa bersalah pada ibu dan adiknya karena tidak bisa melindungi
mereka (dari ayahnya), Mun Mi Ran yang dingin namun menyimpan kerapuhan, Ian
Chase dan adiknya yang mengalami kekerasan oleh keluarganya—bahkan dijual oleh
ibunya sendiri.
Momen-momen ini seakan menyentilku sebagai seorang dewasa—yang belum menikah—agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum melangkah ke sana—baik secara finansial, fisik, dan emosi. Jika kita tidak siap secara emosional saat menikah, masalah-masalah pernikahan bisa berdampak buruk pada hidup anak-cucu di masa akan datang. Seperti apa yang dialami oleh Young Do, Da Jeong, dan Ian Chase yang terbelenggu masa lalu kelam mereka hingga dewasa.
Plotwist-Plotwist yang Mencengangkan
Seperti misteri pembunuhan lainnya, drama ini menyuguhkan plottwis-plottwist yang menarik loh! Mulai dari tokoh utama sampai tokoh pendukung memiliki kisahnya masing-masing (hati-hati bagian ini mengandung spoiler). Meskipun begitu, keempat tokoh utama ternyata telah terhubung sejak masih kanak-kanak. Hmm, benar-benar tidak terduga sekaligus membuat takjub!
Masa lalu pemeran pendukung pun tidak kalah
menarik. Park Eun Ha yang kerap dibanding-bandingkan dengan adiknya, Park Cheol
Do yang ternyata kerap dipukuli meskipun sang ayah terkesan lebih sayang
padanya, Oh Mi Kyung yang merasa bersalah atas meninggalnya suaminya, Ga Young yang terjebak oleh pekerjaannya sebagai artis, dll.
Kehidupan Dewasa yang Penuh Tekanan
Sebagai drama dengan tokoh berusia 30-an, drama ini banyak menyelipkan kehidupan masa dewasa yang penuh tuntutan. Padahal usia hanyalah angka. Sebagai manusia biasa, kita tetap memiliki sifat kekanakan dalam menjalani hidup. Saat seseorang jatuh cinta, mereka akan terlihat bodoh dan buta. Bahkan dengan polosnya, Young Do mengumumkan pada dunia betapa bucinnya dirinya dan membuat sang kekasih merasa malu.
Menjadi dewasa, tidak harus selalu waras dan sempurna. Jika terlalu lelah, tidak apa-apa melakukan hal bodoh sesekali. Jika berbuat kesalahan, tidak apa-apa meminta maaf dan memperbaikinya. Jika sedang merasa gagal, kamu bisa coba lagi di masa akan datang. Jika rasa sedih menghantam, tidak masalah meluapkan dengan menangis. Jika sedang sakit, tidak apa-apa untuk beristirahat sejenak. Jika sedang banyak pikiran, tidak apa-apa untuk bersantai seperti anak kecil. Tidak apa-apa selama tidak merugikan orang lain. Bahkan permainan masa kecil (mesin capit yang kerap dimainkan anak-anak) bisa menjadi hiburan tersendiri bagi orang dewasa.
Saat aku berusia mereka, aku berpikir seperti apa aku di umur 30 tahun. Melakukan hal bodoh di hari minggu, kacau sepanjang hari selasa, membuang waktu di hari rabu, dan melakukan hal gila hari kamis. Namun, itu bukan hal yang dilakukan orang dewasa – Kang Da Jeong
Makna tentang Kehidupan
Drama ini memberi makna kehidupan dengan
perspektif berbeda (hati-hati bagian ini mengandung spoiler!). Dari
awal, aku sudah menyayangkan sikap ibu Young Do yang melepas tangan sang putra
sejak meninggalnya si bungsu. Apalagi sikap sang ibu yang menyalahkan Young Do
karena tidak mendonorkan organnya untuk kesembuhan adiknya. Namun, Kang Da Jeong memberi perspektif baru
tentang perasaan seorang ibu yang kehilangan anak sehingga kesulitan bangkit. Apalagi
tidak ada seorang pun yang berusaha memeluk ibunya saat itu—padahal dia memerlukannya. Semua
kerabat dilingkupi rasa kehilangan sehingga lupa untuk saling berpegang tangan.
Hal serupa dialami oleh Da Jeong. Di balik
ibunya yang sangar dan blak-blakkan, perempuan itu memiliki hati yang begitu
rapuh. Trauma kekerasan rumah tangga yang dialaminya membuatnya ketakutan
bertahun-tahun lamanya.
Konflik drama ini sangat kompleks—mulai dari penderitaan masa kecil, bayi dibuang, kekerasan rumah tangga, hingga berkaitan dengan pembunuhan yang terjadi di lingkungan tersebut.
Jangan Nilai Buku dari Sampulnya
Tampaknya hal ini cocok menggambarkan sosok
Young Do. Di balik sikapnya yang ceria dan selalu membantu orang lain di balik
jas putihnya, dia sosok yang rapuh. Laki-laki itu memiliki trauma pribadi yang
disebabkan masa kecilnya yang buruk. Hal itulah yang menjadikannya rentan untuk
mengambil keputusan yang salah. Dia selalu mengutamakan orang lain dibandingkan
dirinya sendiri. Jadi, siapa bilang dokter jiwa itu selalu sehat jiwanya? Saat
dokter jiwa merasa psikisnya sakit, dia pun akan berobat ke dokter lainnya.
Baca Juga Catch the Ghost, Keadilan dan Mental Health
Hal Kecil yang Mengubah Segalanya
Drama ini menggambarkan hal-hal sepele yang berdampak besar bagi beberapa orang (hati-hati bagian ini mengandung spoiler). Saat masih remaja, Mun Mi Ran jatuh cinta dan memutuskan menikah. Namun, keputusan itu adalah hal paling buruk dalam hidupnya. Setelah menikah, dia kerap mendapatkan kekerasan dari sang suami. Begitu pula saat Da Jeong memberikan sebuah permen pada anak laki-laki yang membuatnya bertahan kala gundah. Perbuatan sederhana itu membuat sang anak laki-laki tumbuh menjadi laki-laki yang tegar hingga dewasa. Perlakuan orang-orang dewasa pada masa kecil Ian Chase tak kalah berbeda. Dengan tega, sang ibu bahkan tidak memberinya nama–parahnya lagi–menjualnya pada seorang yang berhati busuk.
Meskipun banyak orang jahat di dunia ini, kita bisa memilih untuk menjadi orang yang baik. Ada momen saat Da Jeong membeli minuman di supermarket, dia melihat anak remaja penjaga toko sedang tertidur. Dia pun membelikan kopi untuknya dan permen. Perhatian kecil itu membuat remaja tersebut bahagia dan menularkan kebaikan kepada lelaki dewasa yang tengah mabuk. Begitupun saat lelaki itu berdiri di atas jembatan seakan ingin bunuh diri, seseorang menanyakan apakah kamu baik-baik saja? Perlakuan sederhana itu membuat lelaki itu melupakan keinginan mengakhiri hidupnya.
Sebuah kisah dan perbincangan itu yang menyelamatkannya. Sebenarnya dunia itu indah dan kita harus menjalani hidup adalah kata-kata klise, namun kamu bisa menyelamatkan seseorang. Aku akan mendengarkan kisahmu. Aku akan berbincang denganmu. Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri. Aku akan terus memperhatikanmu. Bagi seseorang yang merasa hidup ini berat, sebuah lampu yang berkedip, perhatian dari jauh dan sentuhan kecil sudah lebih dari cukup. Aku sering mengumpamakan klinik psikiatri sebagai restoran mi. Ada yang memesan mi tak berkuah, ada yang memesan mi ala Hamheung, kesukaan tiap orang berbeda. Para psikiater juga begitu. Ada dokter yang hanya memberi obat dan ada yang pandai memberi konsultasi. Jadi, jika klinik yang pertama dikunjungi tak cocok denganmu, jangan terlalu kecewa. Aku sarankan kalian untuk coba pergi ke klinik psikiatri lain – Jo Young Do
Meskipun ini hal sepele, kau tak bisa memakannya jika miskin, dan saat terlalu sedih. Jika seseorang bisa makan es krim, artinya mereka sudah cukup bahagia – pedagang eskrim
Aku tidak tahu mencintai seseorang bisa menjadi hal mengerikan begini. Kau pasti tahu. Meskipun cinta adalah hal yang diperintahkan oleh hatimu, terkadang kau abaikan itu semua dan mengedepankan nafsumu hingga semua jadi rumit. Aku tahu tak boleh melakukannya, tapi karena tak bisa menahannya, aku membuat anak-anakku menderita untuk waktu yang lama - Mun Mi Ran.
Baca juga Summer Strike, Makna Bahagia yang Sederhana
Quotes
Sudah kubilang, para pasien yang kurawat tidak gila, mereka hanya sakit – Jo Young Do
Baik tanaman atau hubungan, kau selalu memberi berlebihan sampai mengorbankan diri. Mekanisme pertahanan ego selalu muncul tanpa diketahui dan membuatmu tak nyaman mendengar hal ini – Jo Young Do
Kau tak perlu berbicara. Kau berbicara demi orang lain. Kau takut suasana canggung. Kau takut orang lain berpikir perasaanmu buruk. Kau merasa tak enak karena aku menyetir, tapi kau diam saja. Adakalanya kesunyian itu membuatmu tidak nyaman, tetapi bukan berarti kau harus bertanggung jawab atas itu – Jo Young Do
Aku bisa paham orang yang berpisah karena cinta. Aku percaya ada orang yang lebih baik untuknya dibandingkan aku. Jika aku bisa menjadi penghalangnya, aku harus segera pergi –Jo Young Do
Aku tak mau meninggalkan rasa sedih didalam kehidupanmu. Aku tak mau menjadi ingatan yang membuatmu menderita. Aku tak tahu cara berpisah – Jo Young Do
Aku tak mau kau melihat rasa sedihku di tempat terang. Aku kasihan kepada seseorang yang menderita hari ini. Aku tak tahu cara untuk tak menangis, jadi aku memutuskan untuk marah – Kang Da Jeong
Dalam semalam dunia ini menjadi ladang ranjau. Aku tersiksa jika ada di dekatnya. Jika aku pulang, aku tersiksa karena dia tak ada di dekatku – Kang Da Jeong
Kau tak perlu hidup menderita karena orang yang sudah pergi. Jangan terlalu merasa bersalah dan jalanilah setiap harimu dengan bahagia – Jo Young Do
Saat kamu meminta orang lain mengatakan keputusanmu benar artinya aku berpikir bahwa keputusan itu salah. Saat minta orang lain mengatakan itu 500 kali, artinya meski 500 kali aku tetap berpikir bahwa itu salah – Kang Da Jeong
Dia tak masalah jika harus terluka, tetapi dia takut orang lain terluka hanya karena dirinya. Dia begitu karena takut kau terluka. Jadi, tenanglah meskipun kau sangat menyukainya. Langkah kalian harus sama jangan begitu terburu-buru hingga membuat orang lain jatuh - temannya Ga Yeong (Pelatih)
Itu bisa saja pascacitraan. Jika terus begitu, kau harus konsultasi, minum obat dan diobati. Polisi juga bisa merasa takut. Jika kamu meremehkan hal itu karena merasa ini risiko dan tanggung jawab pekerjaanmu, kau bisa mengalami stress pascatrauma. Itu seperti stress karena trauma dari hal yang terjadi. Jika berlanjut bisa menjadi kronis. Berobatlah jika kamu sakit, baik psikis maupun fisik, baik kau alien atau detektif – Jo Young Do
Kamu tidak akan merasakan hubungan seperti itu lagi. Untuk apa melakukan hal yang sama dua kali? Hatimu sudah hancur, dan pernah berada di keadaan tersulitmu – Mun Mi Ran
Ada orang yang tidak punya zona aman dalam hatinya. Orang seperti itu akan takut jika ada yang mendekati mereka dan melakukan salah satu hal dari ini. Mereka akan menghindar dan mengurung dirinya sendiri atau menghadapi orang tersebut. Kamu harus membuatnya merasa tenang. Bukan mengatakan 'Aku mencintaimu' melainkan 'aku baik-baik saja' – Jo Young Do
Memeluk seseorang dengan suhu yang hangat dapat menyampaikan perasaan lebih baik daripada mengucap beratus kata – Jo Young Do
Kamu tidak perlu menjanjikan kebersamaan selamanya. Aku tak pernah percaya ada hal yang selamanya, dan tak akan pernah. Dalam sebuah film berdurasi dua jam, dua jam itu selamanya. menurutku itu sudah cukup - Kang Da Jeong
Bagi seseorang yang merasa hidup ini berat, sebuah lampu yang berkedip, perhatian dari jauh dan sentuhan kecil sudah lebih dari cukup (untuk menyelamatkan seseorang)









Komentar
Posting Komentar