Baru-baru ini, saya berhasil menyelesaikan drama terbaru Kim Myung Soo berjudul 'Number'. Seperti judulnya, drama ini berkaitan erat dengan angka-angka. Meskipun sempat ragu sebagai orang yang awam terhadap keuangan, drama ini sangat worth it untuk dinikmati. Sebelum kita bahas dramanya, yuk kita intip dulu sinopsis singkatnya!
Kim Myung So as Jang Ho Woo
Choi Jin Hyuk as Han Seung Jo
Sinopsis Drama Number
Ho Woo adalah lulusan akuntan SMA pertama dan satu-satunya uang bergabung dengan firma akuntansi top di negara ini. Dengan ingatan, pengamatan, adaptasi, dan rasa keadilan yang luar biasa yang jarang dimiliki akuntan biasa, dia lebih dari pegawai sempurna. Je Kyun dan Seung Jo adalah ayah dan anak, dan Je Kyun adalah wakil presdir firma akuntansi. Tidak seperti fakta bahwa dia terkenal karena sifatnya yang dermawan, dia pria yang tidak ragu-ragu untuk mendapatkan yang dia inginkan. Seung Jo adalah akuntan andalan di firma, yang cukup bertolak belakang dengan Ho Woo. Keduanya bekerja sama dengan angka-angka untuk mencapai tujuan mereka. Tujuan mereka berbeda, tapi mereka mengarah ke target yang sama. Akankah mereka bisa menegakkan keadilan di firma akuntasi ini? (Sumber: Viu) Fakta Menarik Drama Number
Persahabatan yang
Menyentuh
Persahabatan antara
Jang Ho Woo dan Han Seung Ju awalnya buruk. Namun, hubungan itu perlahan
berkembang menjadi persahabatan yang menyentuh. Berbagai hambatan datang dan
mereka dapat melaluinya bersama-sama. Tak hanya itu, ketulusan Jang Ho Woo
diuji saat Han Seung Jo terjebak sebuah kasus. Dengan kerja keras, dia dapat
membersihkan nama Han Seung Jo dan membebaskannya dari hukuman. Hubungan bromance-nya
menyentuh meskipun tidak ada ikatan
darah antara keduanya.
Makna Keluarga Meski
Tanpa Darah
Seperti yang sempat
kusinggung sebelumnya, hubungan yang tulus antar tokoh memang sangat menyentuh—meskipun
tidak ada hubungan darah. Jang Ho Woo dan Han Seung Jo saling bahu-membahu
menuntaskan berbagai kasus dan menegakkan keadilan. Hubungan Jang Ho Woo, Jang
Ji Soo, dan Jang In Ho pun tak kalah mengharukan.
Hubungan keluarga Jang
turut menarik untuk diikuti. Meskipun hanya keluarga angkat Tuan Jang, Ho Woo
sangat dekat dengan ayah dan saudara angkatnya tersebut. Apalagi, kematian Jang
In Ho yang memberinya luka dalam, mendorongnya untuk terjun ke dunia akuntansi. Salah satu momen yang mengharukan adalah saat Ho Woo berkelahi dengan teman-temannya dan ditangkap polisi, bukannya memarahi, laki-laki itu malah menyuruh Ho Woo untuk makan bersama.
Selain itu, ada momen saat Ho Woo mempersiapkan ujian, teman-temannya dengan besar hati mendukungnya. Mereka mencoba untuk tidak mengganggu belajar Ho Woo, bahkan mereka berbicara pelan agar tidak mengganggu Ho Woo. Laki-laki itu pun sempat tersenyum saat melihat kedua tingkah kedua sahabatnya.
Romantis Walaupun
Minim Skinship
Lagi-lagi romantis
menjadi daya tarik tersendiri bagi sebuah drama. Dua pasangan utama—Jang Ho
Woo-Jin Yeon Ah dan Han Seung Joo-Jang Ji Soo—memiliki kisah tersendiri.
Meskipun minim adegan skinship, romansa keduanya tetep sukses bikin
baper dan salting. Apalagi sikap Jin Yeon Ah yang bucin dan selalu membantu
'incarannya' itu diam-diam. Dijamin full senyum lihatnya!
Tak hanya dua pasangan
utama itu, pasangan Yang Jae-Hwan dan Son Hye Won juga sukses bikin baper loh!
Meskipun dalam cerita mereka sudah bercerai, namun keduanya masih menyimpan
perasaan satu sama lain. Mereka saling mendukung dan mengandalkan saat dibutuhkan.
Sangat romantis dengan cara sederhana!
Alur Rapi dan Penuh
Plotwist
Jujur saja, menonton
drama tentang akuntan (penuh angka) sempat membuat sakit kepala. Apalagi,
sebagai orang awam di bidang keuangan, banyak istilah-istilah asing yang
mengundang tanya. Tapi tenang aja, drama ini masih nyaman diikuti kok! Alur
yang rapi dan penuh plotwist tak terduga menjadi nilai tambah yang
kuberikan untuk drama keren ini!
Kasus Keuangan yang
Menarik dan Fresh
Terlibat dalam bidang
keuangan memang memusingkan bagiku, hal ini yang menjadi keraguan saat menonton
drama ini. Namun, seiring episode yang kian bertambah, rasa puas kian
mengembang saja. Tiap kasus yang dihadirkan terasa baru dan menarik untuk
diikuti. Sebagai orang awam, aku juga bisa belajar tentang penipuan keuangan
yang banyak ditemukan dalam perusahaan besar. Hmm, the best-lah pokoknya
untuk writter-nim!
Ada banyak kasus dalam drama ini, mulai dari korupsi internal perusahaan besar, persaingan internal perusahaan akuntansi, pencurian hak paten, hak kekayaan intelektual, workout karena lemahnya manajemen perusahaan, perang saudara karena warisan, perusahaan cangkang demi mencari keuntungan, dll.
Dunia Gelap Hiburan
Korea
Di balik huru-hara
dunia hiburan Korea, ternyata ada celah untuk kejahatan loh, misalnya Korupsi! Hal
ini menjadi salah satu kasus yang dialami oleh Jang Ho Woo. Agensi tersebut
merugi namun memiliki asset yang menggunung. Usut punya usut, agensi tersebut
memasukkan seluruh merchandise artis mereka ke dalam asset perusahaan.
Parahnya lagi, sang artis ternyata tidak diorbitkan bertahun-tahun, gaji tidak
dibayar, tetapi merchandise-nya malah dijual. Miris bukan?
Usaha Tidak
Mengkhianati Hasil
Kehidupan Jang Ho Woo
sudah sulit sejak kecil. Dia ditinggal kedua orang tuanya dan dirawat oleh
keluarga Pak Jang hingga dewasa. Karena kematian orang yang disayanginya, ia
bekerja keras untuk mengungkapnya. Meskipun lulusan SMA, dia berusaha
siang-malam agar berhasil lulus menjadi akuntan.
Setelah lulus sebagai akuntan,
perjuangannya belum usai. Banyak rekan lulusan sarjana yang menganggapnya
remeh. Namun Ho Woo tidak menyerah dan berhasil membuktikan kehebatannya.
Bahkan dia sampai rela mengepel lantai, membersikan meja, dan membantu rekannya
memotokopi dokumen—padahal itu tugas dari office boy (hati-hati bagian ini mengandung spoiler!). Uniknya, dia
mengambil kesempatan saat melakukan pekerjaan itu. Saat ia menjadi tukang
fotokopi rekan-rekannya, dia mempelajari kasus-kasus yang tertera di sana.
Begitulah cara dia belajar tentang rahasia-rahasia di kantor itu. Lama
kelamaan, dia mendapatkan kepercayaan rekannya untuk terjun ke lapangan
menangani kasus-kasus besar.
Maraknya Diskriminasi di Tempat Kerja
Seperti yang kusinggung sebelumnya, meskipun
sudah lolos menjadi seorang akuntan, Jang Ho Woo mendapatkan diskriminasi karena
hanya lulusan SMA. Dia dianggap tidak becus dan masuk karena orang dalam.
Meskipun begitu, Ho Woo tidak menyerah. Dia melakukan segala hal-hal positif
untuk membuktikan kemampuannya dalam bekerja.
Tak hanya itu, saking kompetitifnya pegawai di perusahaan, mereka bersaing untuk menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin. Hal itulah yang terjadi pada divisi Audit dan Penasihat. Mereka bersaing untuk meningkatkan laba lebih dari saingan mereka. Mereka yang memiliki keuntungan lebih besar akan diperlakukan lebih baik 'secara tidak langsung'.
Diskriminasi juga dialami oleh Han Seung Jo. Meskipun dia terlahir menjadi sendok emas sebagai putra wakil presdir, dia mendapat diskriminasi secara tidak langsung. Rekan-rekannya hanya baik di depannya, namun mereka membicarakannya di belakang. Hubungan buruknya dengan ayahnya turut menjadi obrolan kurang sedap di kantor. Dia dianggap masuk perusahaan menggunakan jalur orang dalam meskipun memiliki kompetensi di bidangnya.
Yeon Woo as Jin Yeon Ah
Balas Dendam yang BijaksanaSaat kita mengalami suatu hal yang tidak
mengenakkan, kita akan sulit mengendalikan emosi (hati-hati bagian ini
mengandung spoiler!) Namun, Jang Ho Woo memiliki cara pandang berbeda untuk
balas dendam. Dia belajar mati-matian untuk menjadi akuntan dan mengusut
kembali kasus yang menimpa ayahnya. Usahanya pun membuahkan hasil karena dia
berhasil mengungkap kejahatan yang mengaitkan ayahnya.
Dilema Seorang Akuntan Perusahaan
Mungkin beberapa kalangan masih asing dengan
istilah Akuntan, bukan? Menurut KBBI, pengertian akuntan adalah ahli akuntansi yang
bertugas menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi, dan memperbaiki tata
buku serta administrasi perusahaan atau instansi pemerintah. Akuntan memonitor dan mencatat aliran keuangan
yang ada dalam sebuah bisnis atau organisasi. Selain itu, mereka juga memiliki
tugas untuk memverifikasi keakuratan dan memastikan keabsahan semua transaksi
dan memonitor transaksi tersebut agar sesuai dengan ketentuan Perusahaan
(sumber: Jurnal.id)
Mengambil topik
kehidupan para akutan di Perusahaan besar, drama ini menggambarkan dilema yang
dirasakan para akuntan. Mereka dituntut mencari keuntungan sebanyak mungkin
demi Perusahaan, namun hati kecil mereka ingin mengejar keadilan rakyat kecil (Hati-hati bagian ini mengandung spoiler!).
Bagi pegawai biasa seperti Kang Hyun dan Jang Ho Woo, keputusannya membela
rakyat kecil bisa menghalangi karier mereka—parahnya hingga pemecatan. Bahkan
Senior Yang, salah satu pegawai yang terdampak dari buruknya internal
Perusahaan, terpaksa harus berdiam diri saat dirinya nyaris buta. Salah seorang
akuntan pun mengatakan, ‘Akuntan bukan penegak keadilan’ saat bawahannya
berusaha membela yang benar.
“Alih-alih melihat
angka di laporan keuangan yang tidak berubah, mengubah yang kita bsa adalah
Solusi yang lebih baik.” Jang Ho Woo
Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan
Tampaknya ungkapan yang tertera dalam Al Quran
itu benar adanya. Hal ini terlihat dari kesulitan yang dihadapi para akuntan
protagonis selalu dibarengi kemudahan secara tidak terduga (Hati-hati bagian ini mengandung spoiler!). Kedua sahabat Jang
Ho Wo kerap kali memberikan inspirasi ide dari permasalahannya—secara tidak
langsung, misalnya saat dia bingung mencari cara meningkatkan keuntungan
perusahaan susu formula non-laktosa, teman laki-lakinya meminta teman polisinya
untuk memberi susu formula non-laktosa untuk hewan. Akhirnya, Ho Woo mendapatkan inspirasi dan mengungkapakannya dalam tim. Mereka sepakat
untuk memperluas jangkauan konsumsi susu formula non-laktosa—tidak hanya untuk
bayi, melainkan juga untuk pet-lovers dan lansia.
Quotes Menarik dari Drama
Di akhir obrolan ini, izinkan aku menambahkan beberapa quotes menarik yang kutemukan dalam drama berjumlah 12 episode ini. Meskipun alur drama cukup berat untukku, namun aku sangat merekomendasikan drama ini untuk mengisi waktu luangmu!
Kami adalah penyelamat perusahaan. Jika mau, kami bisa dengan mudah menyingkirkan perusahaan atau mempertahankannya. Kami punya kekuatan untuk memberi atau mengambil nyawanya. Akuntansi hanya melihat angka. Aku tidak mengharapkan preman yang hanya cari kelahi untuk mengerti - Han Seung Jo
Kamu tidak bisa menyelamatkan apapun dengan tinju hinamu. Kemarahanmu, itu tidak berdaya. Lihat kuasa selembar kertas yang ditulis firma akuntansi! - Han Seung Jo
Jika seseorang menyelesaikan masalahku, aku harus menyelesaikan masalahnya. Itu adalah dasar perdagangan! - Jang Ho Woo
Makin kamu bekerja di bidang ini, makin kamu akan kecewa pada orang-orang. Mungkin pada dirimu juga. Bahkan jika sistem akuntansi hampir sempurna, keserakahan manusia selalu menemukan celah. Bahkan jika ada lubang terkecil, itu menekan dirinya dan mengakar, lalu menjadi pohon yang tebal. Lalu menyeret yang lain untuk beristirahat di bawah pohon itu. Begitulah cara pohon membentuk hutan - Kang Hyun
Karena kemarahanku tidak memiliki kekuatan. Jadi aku iri padamu. Kamu memiliki kekuatan untuk mengubah apa yang salah. Kekuatan untuk memotong pohon busuk sebelum itu menjadi huta - Jang Ho Woo
Keputusan tidak dibuat dalam sekejap. Itu dibuat berdasarkan waktu yang kamu jalani sampai sekarang. Itu sebabnya keputusan menunjukkan bagaimana seseorang hidup dan bagaimana mereka akan hidup ke depannya -- Jang Ho Woo
Setelah bicara denganmu, aku sadar bahwa dengan mengorbankan prinsipku, aku tidak bijaksana. Aku menyakiti diriku sendiri. Jika aku berkompromi dengan kesalahan yang kubuat, aku harus melawan kebohongan Kang Hyun dari tahun lalu dan kesalahan Kang Hyun dari dua tahun lalu. Setiap tahun saat ada audit lagi, jumlah kesalahan yang kulakukan semakin menumpuk - Kang Hyun
Tidak ada orang penting sejak awal. Kita mulai sebagai orang biasa - Kang Hyun
Kamu bisa belajar banyak sambil berdiri di depan mesin fotokopi seharian. Orang bodoh yang membuat salinan dan menghancurkan dokumen seharian. Seorang akuntan tanpa koneksi, dukungan, dan hanya lulusan SMA. Tidak ada yang peduli dengan orang yang seperti itu. Berkat itu, rasanya semua dokumen perusahaan dilaporkan kepadaku selagi aku berdiri di depan mesin fotokopi - Jang Ho Woo
Kamu pikir kamu akan berhenti setelah jadi partner? Begitu seseorang melewati batas, mereka tidak akan bisa kembali. Terutama untuk seseorang yang telah diberi hadiah untuk melewati batas itu. Orang sepertimu dan ayahku tidak pernah bisa berhenti! Han Seung Jo
Hal buruk yang datang padamu bukan salah siapapun, apapun itu. Sulit bertahan di tempat ini jika kamu tidak melindungi harga dirimu sendiri - Jin Yeon Ah
Nah, bagaimana sobat drakor? Tertarik untuk menonton? Kamu bisa langsung intip dramanya secara legal melalui aplikasi VIU ya! Happy watching!
Komentar
Posting Komentar